Didukung Kemenko Maritim, WCDI Optimis Libatkan 13 Juta Relawan

SURABAYA – Tahun ini World Cleanup Day Indonesia (WCDI) akan kembali digelar. Direncanakan kegiatan bersih -bersih sampah serentak sedunia ini akan dilaksanakan 21 September 2019 mendatang. Meski terbilang masih lama, persiapan demi persiapan sudah dilakukan.

Dengan dukungan dari Kementerian Koordinator Maritim, pihak Panitia WCDI optimis tahun ini target mereka tercapai. Yaitu, melibatkan 13 juta penduduk atau 5 persen dari total populasi Indonesia.

Edi Susilo (paling kanan) saat hadir dalam Seminar “Negeriku bukan tempat sampahmu” di Unair Surabaya yang diadakan oleh Ecoton dan Fakultas Hukum Unair. (Foto: Nara)

“Tahun 2018 kami berhasil mengajak dan melibatkan 7 juta relawan. Kami sangat bersyukur atas pretasi itu. Dengan berbagai tantangannya, para leader dan timnya di tingkat nasional hingga daerah berhasil melibatkan relawan sebanyak itu,” kata Agustina Iskandar, Leader WCDI Nasional.

Dia berharap tahun ini target melibatkan 5 persen populasi di Indonesia bisa dicapai. “Keterlibatan 5 persen penduduk Indonesia akan memberikan dampak yang jauh lebih besar terhadap kesadaran dan kepedulian terhadap isu sampah di Indonesia,” terangnya. Tahun lalu, sambungnya, gerakan WCDI dari Aceh hingga Papua telah mengevakuasi 14 ribu ton sampah.

“Semangat tahun ini lebih besar lagi. Isu sampah sudah sangat mengemuka, banyak orang ingin terlibat, banyak orang mulai sadar soal bahaya sampah. Momentum bersih-bersih sampah bareng sedunia ini sebenarnya sudah banyak ditunggu. Tapi kami masih sangat membutuhkan banyak dukungan,” ungkap perempuan asal Aceh itu.

Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman adalah salah satu pihak pemerintah yang sudah menyatakan mendukung WCDI. “Kami di kementerian maritim sangat konsern soal sampah. Kami sangat mendukung WCDI sebagai salah satu action melawan sampah di Indonesia. Apalagi ini event internasional, momentumnya sangat bagus, kita bisa tahu bahwa kita tidak sendirian melawan sampah. Dunia juga sedang melawan sampah,” terang Edi Susilo.

Pria yang menjabat Kepala Bidang Jejaring Inovasi Pariwisata Bahari, Asisten Deputi Jejaring Inovasi Maritim, Deputi Sumber Daya Manusia, IPTEK, dan Budaya Maritim, Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman RI itu menjelaskan pihaknya tengah merumuskan bentuk dukungan terbaik untuk WCDI.

“Kementerian di bawah Kemenko Bidang Kemaritiman itu banyak sekali, harapannya dukungan dari kami nanti bisa dilaksanakan kementerian lain hingga tingkat daerah,” paparnya saat hadir di Surabaya menghadiri diskusi publik “Negeriku Bukan Tempat Sampahmu”, Selasa 18 Juni 2019 di Fakultas Hukum Universitas Airlanggsa Surabaya yang bekerjasama dengan Ecoton. (nra)


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>